Penemu Bangkai Paus Ini Terkejut Melihat Isi Perutnya

Post On: 21 June 2017
June 21, 2017

Penemu Bangkai Paus Ini Terkejut Melihat Isi Perutnya

Bangkai paus yang terdampar di perairan Skye, Skotlandia, membuat ilmuwan dan publik bersedih. Kesedihan dan keprihatinan itu setelah melihat apa yang ditemukan di dalam perut bangkai paus tersebut.

Penemu Bangkai Paus Ini Terkejut Melihat Isi Perutnya

Penemu Bangkai Paus Ini Terkejut Melihat Isi Perutnya

Agen Domino Terpercaya – Penemu Bangkai Paus Ini Terkejut Melihat Isi Perutnya – Ilmuwan di Scottish Marine Animal Stranding Scheme memutuskan untuk melihat apa yang menyebabkan paus itu mati. Mereka curiga karena dari luar paus itu tak nampak seperti terkena penyakit. Dilansir oleh Kiosdomino.com pada 20 Juni 2017, bangkai paus sepanjang 6 meter itu masih dalam kondisi bagus dan utuh. Mereka lalu membedah perut dari paus itu.

Tidak Nyangka Baju Verrell Ini Sesuai Harga Umroh 1 Orang

Agen Domino – Para ilmuwan pun terkejut setelah melihat isi perut paus tersebut. Paus itu penuh dengan sampah plastik! Tak tanggung-tanggung, ada lebih dari 4 kg tas kresek dan plastik yang ditemukan di dalam perut paus tersebut. Diduga, inilah yang menyebabkan sistem pencernaan paus terganggu, hingga menyebabkan kematiannya. “Manusia harus menghentikan ini, karena ini menyedihkan,” “Binatang ini tinggal di tempat yang tidak bisa kita jangkau. Tapi rupanya sampah yang kita buang bisa mencapai mereka,” ujar Dr Andrew Brownlow, seorang ilmuwan yang meneliti paus malang itu.

Agen Domino Online – Kaum ilmuwan percaya paus memakan sampah plastik karena di laut dalam yang gelap, mereka salah mengira bahwa plastik itu adalah makhluk hidup. “Plastik itu memyebabkan perut paus mengalami infeksi, sehingga menyebabkan paus menderita sehingga terdampar ke perairan dangkal,” ujar ilmuwan lain, Martiel ten Doeschate.

Sumber : kiosdomino.com

Penemu Bangkai Paus Ini Terkejut Melihat Isi Perutnya

Share


Download dan Install Aplikasi Android & IOS Game Poker Online Indonesia KLIKDISINI

Artikel Terkait :

Tags: