Terungkap Fakta Mengapa Belakangan Ini Buaya Sering Memangsa Manusia

Post On: 20 September 2017
September 20, 2017

Terungkap Fakta Mengapa Belakangan Ini Buaya Sering Memangsa Manusia

Kabar duka atas serangan hewan liar terhadap manusia kembali datang

Terungkap Fakta Mengapa Belakangan Ini Buaya Sering Memangsa Manusia

Terungkap Fakta Mengapa Belakangan Ini Buaya Sering Memangsa Manusia

ASLIDOMINO – Terungkap Fakta Mengapa Belakangan Ini Buaya Sering Memangsa Manusia – Setelah Ananda Yue Riastanto digigit ular weling (Bungarus candidus) pada 5 Januari 2017 lalu, yang terbaru adalah kematian dua orang akibat digigit buaya di Sungai Muara Jawa Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pada awalnya, seorang remaja bernama Arjuna diyakini hilang dan dimakan buaya muara (Crocodilus porosus). Bermaksud menolong Arjuna, Supriyanto yang dikenal dengan sebagai pawang buaya justru menghadapi nasib yang sama.

Baca Juga : Fahri Hamzah Dukung Prabowo Mengkritik Pemerintahan Jokowi

Peneliti utama Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa ( LIPI), Hellen Kurniati, mengatakan, hal itu bisa terjadi karena buaya telah kehilangan ikan sebagai pakan alaminya. Populasi ikan di sungai Mahakam, misalnya, telah berkurang karena diambil oleh manusia. “Selain itu, bulan ini adalah musim kawin buaya muara. Masa kawinnya bulan Agustus sampai Oktober saat musim kemarau, sungai tidak banjir,” kata Hellen saat dihubungi, Senin (18/9/2017).

Menurut Hellen, saat musim kemarau, buaya muara akan lebih sensitif sehingga lebih mudah menyerang manusia. Hellen pun menyarankan, bila seekor buaya telah menyerang menusia, lebih baik buaya tersebut ditangkap dan dimasukan ke penangkaran. Sebab, buaya tidak lagi tertarik dengan ikan. “Saya tidak tahu itu mengapa. Jadi lebih baik ditangkap. Kalau tidak, dia akan mencari manusia lagi. Belajar dari kasus di Nusa Tenggara Timur, itu BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) akan cari,” ucap Hellen.

Menurut Hellen, jika buaya menyerang manusia, terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, korban akan tertelan habis masuk ke dalam perut buaya. Kedua, jasad korban masih bisa dikenali meski tubuhnya banyak bengalami kerusakan. “Kalau lapar, korban dimakan habis. Kalau tidak lapar, itu biasanya manusia hanya dipatah-patahin. Saya belum tahu di Kaltim itu bagaimana,” ujar Hellen. Mengenai jumlah korban, Hellen punya catatan kasus gigitan buaya di Kalimantan Timur. Sebanyak 33 orang berakhir dengan meninggal dunia, sedangkan 18 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sumber : Kiosdomino.com

Cara Login Website Aslidomino Menggunakan VPN Hola Lewat Handphone

AGEN DOMINO TERPERCAYA / AGEN DOMINO ONLINE / JUDI DOMINO

Untitled-2

Share


Download dan Install Aplikasi Android & IOS Game Poker Online Indonesia KLIKDISINI

Artikel Terkait :

Tags: , , , , , , ,